aini firdaus. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Peta Hijau: Panduan Liburan yang Ramah Lingkungan


Libur telah tiba...para anak sekolah, guru dan orangtua pasti sudah sibuk menyususn rencana liburan. Bagi yang di Jakarta, silakan simak tulisan ini. Untuk teman yang sudah pernah membaca, mohon maaf, ini memang tulisan lama di multiply (dan sudah di Ummi) yang aku posting kembali...
foto pinjam dari sini:cintastasiunjakarta.wordpress
Musim liburan adalah saat yang ditunggu-tunggu 
oleh keluarga. Momen penting ini biasa 
dimanfaatkan dengan mengadakan kegiatan keluarga yang menyenangkan. Sebagian keluarga memilih mudik ke luar kota Jakarta, entah itu berlibur di rumah nenek, mengunjungi sepupu di kampung, maupun mendatangi kota wisata yang terkenal indah, Bali misalnya. Namun bagi yang memilih berlibur di Jakarta, tidak perlu khawatir. Selain ada banyak lokasi wisata yang menarik, sejak Maret 2009 telah hadir PETA HIJAU (Green Map) yang berisi informasi tempat yang memiliki makna terhadap lingkungan, budaya, dan interaksi masyarakat.

Proyek bersama untuk peduli lingkungan sekitar

Peta hijau merupakan proyek bersama yang digagas oleh komunitas lokal yang bertugas memetakan potensi alam dan budaya suatu kawasan. Komunitas peta hijau (green map) di Indonesia dirintis sejak tahun 2001 dan diresmikan dalam Pertemuan Nasional Green Map Indonesia pada tanggal 6-8 Januari 2006 di Yogyakarta. Peta Hijau saat ini telah memiliki komunitas-komunitas dan berbagai kegiatan yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Yogyakarta, Bandung, Buton, Malang, hingga Surabaya dan Medan. Masing-masing komunitas menerbitkan peta hijau di wilayahnya masing-masing.

“Tujuan sebenarnya dari pembuatan peta hijau ini adalah kita melakukan pendidikan pada masyarakat untuk hidup berkelanjutan,” ucap Nirwono Joga, koordinator peta hijau Jakarta. Maksudnya adalah untuk membantu masyarakat melihat, menilai, menghubungkan, serta peduli terhadap lingkungan tempat mereka berada. Juga untuk perubahan hidup yang lebih baik, lebih ramah lingkungan dan lebih sehat. Selama ini, jika mau berlibur yang ada dalam bayangan kita adalah pergi ke mall, nonton bioskop atau makan-makan di restoran cepat saji. Sebagian lagi berlibur artinya pergi ke laut, gunung, atau tempat wisata yang banyak mainannya.
Bermain dengan burung di Taman Suropati
Peta hijau, mengajarkan cara pandang baru. Bahwa berwisata tidak melulu dengan pergi ke gunung atau laut. “Namun, kita bisa mengunjungi tempat pengelolaan limbah di waduk Setiabudi, misalnya,” ujar Yudi (nama panggilan dari Nirwono Joga). Di tempat pengelolaan limbah/sampah itu, para pengunjung akan melihat bagaimana proses pengumpulan sampah dan bagaimana mengelola sampah-sampah tersebut. Dengan demikian, tidak hanya liburan yang kita dapatkan, namun juga ilmu, pengalaman dan harapannya ada kesadaran baru untuk terlibat dalam pengelolaan sampah. Agar kita tidak sembarangan lagi buang sampah. Dan agar kita terdorong untuk membantu mengelola sampah. Dengan demikian, efek jangka panjang dari pembuatan peta hijau ini, diharapkan ada perubahan gaya hidup, menjadi hidup yang lebih baik lagi.

Banyak yang tidak tahu
Sayangnya, hingga saat ini masih banyak warga yang tidak kenal peta hijau.
“Peta hijau, kok aku belum pernah denger ya. Soalnya aku jarang jalan sih,” ujar Salma (26 th), seorang karyawan swasta yang diwawancarai Ummi soal peta hijau.
“Awalnya aku tuh juga enggak tahu soal peta hijau, terus diajakin temen ikut milisnya. Eh setelah ikut kegiatannya ternyata asik banget, sudah hampir setahun aku gabung di komunitas peta hijau,” papar Cici (23 th), aktivis peta hijau jakarta.
Demikian juga yang diungkapkan oleh Iqbal (28 th), wartawan salah satu media massa. “Dulunya aku juga gak tau soal peta hijau, nah pas aku dapat tugas liputan, sekalian aja aku ikut tournya. Ternyata asik, setelah itu aku ikut jadi relawan pembuatan peta hijau yang kelima dan rutin ikut acaranya.”
Walaupun belum banyak yang tahu tentang peta jakarta, rata-rata menyatakan sangat senang jika sudah mendapatkan peta hijau jakarta atau mengikuti tour yang diadakah komunitas peta hijau. Tidak hanya orang dewasa yang merasa puas, anak-anakpun merasakannya. 
“Seneng kalo ikut tour kayak gini, soalnya bisa dapet pengalaman baru. Bisa jalan-jalan, seru deh pokoknya. Kalo ke tempat wisata kan serunya karena ada mainan-mainannya tapi kalo tour peta hijau serunya beda,” kata Dhanes (10 th), peserta tour peta hijau dan WWF pada hari Sabtu, 4 Juli 2009.
siasana di Bundaran HI saat 'free car day'
Peta hijau sendiri memang sudah ada sejak tahun 2001, namun awalnya masih mencakup wilayah-wilayah tertentu, seperti Kemang, Kebayoran baru, Menteng, dan 

Kota Tua. “Peta hijau yang tahun 2009 ini berbeda dengan peta-peta hijau terdahulu. Kalo peta-peta hijau dahulu lebih pada pemetaan lokasi-lokasi hijau per kawasan. Nah, kalo yang ini kita menggambarkan seluruh Jakarta berbasis transportasi masal tadi, intinya kita mendorong untuk mengeksplore wilayah-wilayah hijau di Jakarta dengan meninggalkan kendaraan pribadi dan motor,” papar Yudi.
 Tanpa kendaan pribadi? Ya benar. Para pengguna peta hijau dihimbau untuk mengunakan kendaraan publik saat mengunjungi lokasi. Jalur yang dapat dijadikan panduan dalam peta hijau ini ada tiga, yaitu jalur kereta yang berwarna merah, jalur busway berwarna biru dan jalur sepeda garis titik-tik berwarna orange. Artinya, kita didorong untuk memanfaatkan transportasi publik dan meninggalkan kendaraan pribadi. Bisa juga dengan membawa motor atau mobil pribadi, lalu di titip di terminal atau stasiun. Jika ingin terasa lebih nyaman dan terasa nuansa family-nya, bisa juga dengan bersepeda rame-rame satu keluarga.

Menikmati Jakarta Bersama Peta hijau
Peta hijau Jakarta berisi informasi mengenai sejumlah tempat di Jakarta yang layak di kunjungi. Ada sekitar 100 tempat yang mencakup kawasan kampung tradisional, museum, tempat pertunjukan kesenian, tempat pendidikan lingkungan alam, kampung hijau, tempat pembuatan kompos, pusat kerajinan daur ulang sampah anorganik, tempat memperoleh bibit pohon, makanan organik yang sehat, wisata kuliner tradisional, tempat pengamatan burung, bangunan bersejarah, dan lain-lain.
Beberapa lokasi menarik peta hijau, di antaranya, Taman Suropati, yang merupakan taman kota terbaik di Indonesia. Lokasinya berada di Menteng Jakarta Pusat. Ada juga Kampung Hijau yang sudah ada beberapa tempat di Jakarta. Tidak ketinggalan Taman Medan Merdeka, Taman Menteng, Kota Tua Jakarta, Musium Taman Prasasti, Kebun Binatang Ragunan, bahkan Makam (TPU) Menteng Pulo. Itu hanya beberapa contoh lokasi peta hijau yang sangat menarik untuk dikunjungi.
Tidak hanya tempat-tempat wisata yang masuk dalam peta hijau, namun ada juga Taman kota Tangkuban Perahu, tempat daur ulang plastik, daur ulang kertas juga rumah hijau yang unik dan inspiratif. Peta Hijau ini tidak hanya ada di Jakarta, namun kota-kota lain di Indonesia juga tersedia. Di antaranya, Aceh, Bandung, Bogor, Borobudur, Bukittinggi, Buton, Makassar, Malang, Medan, Sanur, Solo, Surabaya, Yogyakarta, dan Ternate.
Dimana bisa mendapatkan peta hijau? Di Jakarta, peta hijau di jual seharga Rp. 15 ribu di toko buku Aksara. Namun, jika tidak mau susah-susah pergi ke toko buku, anda juga bisa mengunduhnya dihttp://greenmap.or.id/.

Selamat berwisata bersama Peta Hijau. (Aini)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Syukur Alhamdulillah di tahun ini Saya mendapatkan Rezeki yg berlimpah sebab sudah hampir 9 Tahun Saya bekerja di (SINGAPORE) tdk pernah menikmati hasil jeripaya saya karna Hutang keluarga Sangatlah banyak namun Akhirnya, saya bisa terlepas dari masalah Hutang Baik di bank maupun sama Majikan saya di Tahun yg penuh berkah ini,
Dan sekarang saya bisa pulang ke Indonesia dgn membawakan Modal buat Keluarga supaya usaha kami bisa di lanjutkan lagi,dan tak lupa saya ucapkan Terimah kasih banyak kepada MBAH SURYO karna Beliaulah yg tlah memberikan bantuan kepada kami melalui bantuan Nomor Togel jadi sayapun berhasil menang di pemasangan Nomor di SINGAPORE dan menang banyak
Jadi,Bagi Teman yg ada di group ini yg mempunyai masalah silahkan minta bantuan Sama MBAH SURYO dgn cara tlp di Nomor ;082-342-997-888 percaya ataupun tdk itu tergantung sama anda Namun inilah kisa nyata saya

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini