aini firdaus. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Review film: Confession of Shophaholic


 

                Aku bukan penggila belanja  apalagi pemerhati mode. Aku tidak membaca majalah fashion dan enggak ngerti apa yang lagi tren saat ini. Tapi aku suka banget film ini. Kenapa, ya? Aku selalu menanyakan itu ke diriku sendiri setiap kali selesai nonton film ini. Ya, betul.  Lebih sekali aku nonton film ini ^_^
                Film ini bercerita tentang Rebecca Bloomwood, seorang wartawan yang shophaholic atau gila belanja. Kalau melihat barang di toko, apalagi saat ada diskon, wow... dia langsung ‘demam’. Dan ‘sakit’-nya itu tidak akan sembuh kecuali dia membeli barang yang diinginkannya itu. Sayangnya, dia tidak punya banyak uang jadi dia selalu membeli barang-barang itu dengan kartu kredit. Akibatnya? Bisa diduga, tagihannya membengkak.
                Saat ia sadar bahwa ia nyaris tak mampu mmebayar tagihan itu, dia di-PHK. Kebayang, kan, bagaimana paniknya? Padahal tes wawancaranya dengan majalah mode Alette batal karena posisi di majalah itu telah diisi oleh ‘orang dalam’. Sementara sebelum wawancara ia terlanjur tergoda membeli selendang hijau yang ternyata mengacaukan peluangnya untuk menjadi kolumnis di majalah keuangan Successful Saving.
                Dalam kondis kalut dia mengirimkan sebuah artikel ke Alette dan surat cacian ke Successful Saving yang ternyata tertukar. Kondisi yang tak menguntungkan itu justru berbuah manis dengan diterima Rebecca menjadi kolumnis di Successful Saving. Tak diduga, kolomnya yang berisi pengalaman-pengalaman pribadinya saat ‘sakau’ karena belanja, penyesalan setelah membeli barang-barang tersebut, serta masalah dengan kartu kredit, diterima dengan hangat oleh pembaca. Si penulis, ya menyebut dirinya sebagai Gadis dengan Selendang Hijau, dianggap sebagai seseorang yang sangat memahami pengelolaan keuangan.  
Namun situasi menjadi runyam karena debt collector mulai mengejar-ngejar Rebecca. Posisinya sebagai karyawan yang baru di PHK membuatnya tak bisa membayat cicilan minimal. kartu kredit Dengan berbagai cara Rebecca menghindar si penagih utang, hingga suatu ketika hal itu memuncak. Derek Smeath, si debt Collector membuka rahasia Rebecca, padahal saat itu  ia tengah menjadi pembicara tamu dalam sebuah acara konsultasi keuangan di televisi. Akhirnya ‘kedok’ Rebecca terbuka dan kacaulah semuanya.
Rebecca berada dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Karirnya hancur, kepercayaan pemimpin redaksi yang sekaligus kekasihnya memudar, ia mengecewakan Suze, sahabatnya. Dan ia tidak punya uang untuk membayar tagihan kartu kreditnya. Lalu bagaimana gadis selendang hijau ini menyelesaikan masalahnya, silakan tonton sendiri kelanjutan film ini, ya...
Kembali ke masalah semula, jadi bagian mana yang membuatku suka banget dengan film ini? Setelah kupikir-pikir mungkin karena karakter tokoh utama dalam film ini sangat natural,  yang secara tepat menceritakan sisi perempuan yang suka tampil cantik,  berdandan dan belanja. Lengkap dengan sifatnya yang spontan, slebor dan tanpa perhitungan. Dan, o ya, aku paling suka di bagian akhir film ini, sangat Rebecca akhirnya menemukan solusi untuk membayar utang-utangnya tanpa harus merepotkan orang lain. Juga adegan ketika Rebecca dan Suze berbaikan dan berpelukan , Wow..sangat mengharukan (maaf kalau agak lebay).
Terakhir, dari film ini aku menemukan hikmah, bahwa ketika kita melakukan kesalahan dan semua hal menjadi buruk, ingatlah bahwa itu bukan akhir segalanya. Selalu ada jalan untuk mencari solusi dan memperbaiki keadaan. Mungkin orang tidak akan lupa bahwa kita pernah melakukan kesalahan itu, tapi kejujuran dan kesunggguhan untuk berubah bisa membangkitkan lagi kepercayaan yang sebelumnya hilang. Dan, memang, ujian paling berat adalah konsisten dengan apa yang kita bicarakan, komitmen dengan janji-janji pribadi dan siap menanggung konsekuensi dari dua hal tersebut. Itulah perjuangan yang sejatinya selalu kita temui, setiap hari, di tengah riuhnya kehidupan yang kita  jalani.   
Jadi, selamat menonton ^_^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

6 komentar:

Sinta Nisfuanna mengatakan...

aku juga sukaa film ini, tapi lebih, lebih, dan lebih suka serial bukunya :D

Lilia Reyman mengatakan...

iya betul mbak Sinta.Bukunya lebih keren. Tapi aku baru baca 1 buku (pinjeman lagi ^_^) yang si Sophaholic lagi hamil..Memangnya ada berapa buku sih? Mbak Sinta dah baca semua?

Sinta Nisfuanna mengatakan...

Ada 6 buku kalau gak salah, saya baru baca 1-5, Buku terakhir tentang Becky dan anaknya, Mini Shopaholic, belum baca. Itu semua saya juga pinjam Mbak :D

Lilia Reyman mengatakan...

gara2 komen dari mbak Sinta, nih, aku jadi hunting seri Shophaholic. dan sejauh ini baru dapat 3: Confession, Abroad dan Ties The Knot..dan semua beli second @20rb ^_^ kupikir2 kok aku jadi SophieKhinsellaholic..hehe

Sinta Nisfuanna mengatakan...

hihihi, jadi pengen koleksi juga :D tapi selain serial shopaholic, aku gak terlalu suka buku-buku Kinsella yang lain

Pernah baca PS: I Love You - Cecelia Ahern? Bagus juga tuh Mbak :D

Aku jarang baca chicklit Mbak, jadi rekomendasinya cuman dikit

Unknown mengatakan...

Syukur Alhamdulillah di tahun ini Saya mendapatkan Rezeki yg berlimpah sebab sudah hampir 9 Tahun Saya bekerja di (SINGAPORE) tdk pernah menikmati hasil jeripaya saya karna Hutang keluarga Sangatlah banyak namun Akhirnya, saya bisa terlepas dari masalah Hutang Baik di bank maupun sama Majikan saya di Tahun yg penuh berkah ini,
Dan sekarang saya bisa pulang ke Indonesia dgn membawakan Modal buat Keluarga supaya usaha kami bisa di lanjutkan lagi,dan tak lupa saya ucapkan Terimah kasih banyak kepada MBAH SURYO karna Beliaulah yg tlah memberikan bantuan kepada kami melalui bantuan Nomor Togel jadi sayapun berhasil menang di pemasangan Nomor di SINGAPORE dan menang banyak
Jadi,Bagi Teman yg ada di group ini yg mempunyai masalah silahkan minta bantuan Sama MBAH SURYO dgn cara tlp di Nomor ;082-342-997-888 percaya ataupun tdk itu tergantung sama anda Namun inilah kisa nyata saya

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini