Salah satu mimpiku, menjelajah dunia. Aku mulai dengan perjalanan Malaysia-Singapura-Thailand tahun ini. Banyak kekhawatiran yang sempat muncul jauh-jauh hari. Seperti, punya uang nggak ya? Nanti gimana kalau pas tanggalnya enggak bisa berangkat, tiket hangus dong..ntar gimana kalau kesasar, dll
But, the show must go on..
Berawal dari obrolan dengan teman2 kuliah dulu di UGM, kami (mas RS, Arie, mas Sahe+istri dan Aku+suami+Sofie) menyepakati untuk melakukan perjalanan bareng di kawasan Asia Tenggara. Kebetulan ada promo tiket Air Asia di bulan September 2011 lalu. Lalu kami menetapkan niat (saat itubelum ada bayangan mau kemana aja, prioritas utama kami yang harga tiketnya murah. hehe). Lalu malam harinya, bertiga dengan Mas RS di Solo dan Arie di Jogja, kami berjibaku mencari tiket murah ^_^ dan...dapatlah 5 tiket (Jkt-KL, KL-Bangkok, Bangkok-Phuket, Penang-KL dan KL-Jkt) dengan harga 630ribu rupiah/orang.
Beberapa bulan kemudian ada promo hotel di Bangkok dan Penang, atas kebaikan mas RS, dia booking untuk kami berlima.
Akhir tahun 2011 kami mulai serius membuat rencana perjalanan, melalui pertemuan di dunia maya, kami mulai merancang akan mengunjungi apa dan siapa di 3 negara tersebut. Tiga bulan sebelum hari H kami makin intens menyiapkan perjalanan dengan melakukan booking ke ho(s)tel2 di kota-kota yang akan kami singgahi, memilih transportasi, dll. Kami juga menghubungi lembaga keislaman di beberapa kota, yakni di Phuket dan Pattani untuk meminta izin mengunjungi mereka.
Dan, akhirnya tibalah hari itu. Sayang sekali mas RS tak bisa mengikuti perjalanan karena ia 'disergap' pernikahan (hehe).
Sayang juga suamiku (Mas Sigit) tidak bisa mengikuti perjalanan secara utuh karena dia sedang memulai kontrak kerja di kampus President University. Akhirnya dengan formasi 4 orang dewasa dan 1 anak balita kami memulai petualangan Asia Tenggara :)
H-1 (14 Sept 2012)
Aku, Sofie dan Arie berangkat dari rumah jam 5 karena jadwal pesawat jam 08.30. Sampai bandara Soe-ta jam 6.30. Ternyata pesawat delay sampai jam 11. Alhamdulillah, karena aku masih punya pekerjaan, kumanfaatkan kondisi itu dengan menyelesaikan editan tulisan ^_^
Sampai bandara Air Asia di Kuala Lumpur (LCCT) kami shalat dan bersiap mencari bus ke Melaka. Arie yang telah melakukan kunjungan ke Melaka beberap bulan sebelumnya memilih tinggal di KL, jadilah 3 orang+Sofie ke Melaka.
KL-Melaka ditempuh dalam 2,5 jam. Sampai di Terminal Melaka Sentral kami langsung mencari warung makan. Lapar banget ^_^ Alhamdulillah ketemu dengan warung yang pemiliknya orang Indonesia. Di kedai (begitu biasa orang Malaysia menyebutnya) ini makanannya murah meriah. contohnya, bakso seharga 3,5 Ringgit Malaysia (RYM), nasi+pecel lele 5 RYM. Bandingkan dengan harga nasi lemak (berisi nasi+ayam+lalapan+teri) di bandara LCCT yang kubeli buat Sofie seharga 8 RMY atau 25 ribu rupiah.
Dari Melaka Sentral kami menuju penginapan Backpaker Hostel dengan bus nomor 17. Bayarnya cuma 1 RYM/orang. Alhamdulillah lokasi hostel ini sangat strategis, pas di depan Menara Tamingsari.
Tidak banyak waktu yang kami miliki di Melaka. Malamnya kami jalan-jalan di sekitar Menara Tamingsari, esoknya menyusuri danau di sekitar museum Bahari, foto-foto di replika kapal juga di bekas benteng sederhana namun 'disulap' menjadi tempat yang menarik. Dan sekitar jam 11 kami bersiap kembali ke KL dan melanjutkan perjalanan ke Singapura.






