beberapa waktu yang lalu keponakanku (umurnya 3 tahun) bertanya,
“Amah, Allah itu laki-laki atau perempuan?”
lalu
kujawab,
“Allah itu bukan laki-laki dan bukan perempuan…”
dia terlihat bingung
“Lha laki-laki apa perempuan..”
kujawab
lagi,
“Ya bukan laki-laki dan bukan perempuan…”
dia terlihat kesal,
dan sambil menghentakkan kaki, dia tanya
lagi:
“Lha tapi laki-laki atau perempuan..”
aku tersenyum,
lalu kutarik dia ke pangkuanku, dan kubisikkan
kata-kata,
“Na, Allah itu yang menciptakan kita..”
“karena
Dia yang menciptakan kita, jadi Dia tidak seperti kita..”
he he he…
sebenarnya obrolan itu masih berlanjut,
tapi
bukan obrolan itu yang ingin kutuliskan di sini,
aku hanya ingin
bilang bahwa pertanyaan Husna itu membuat aku semakin suka dengan
anak-anak,
karena mereka polos, jujur, berani dan bersih…
dan lagi-lagi aku teringat salah satu tulisan Miranda,
judulnya
“Menjadi Muda”
dalam tulisan itu Miranda bilang,
bahwa ciri
dari ke-muda-an bukanlah umur,
apalagi tampang,
namun hasrat
untuk selalu bertanya dan keberanian mencari jawaban…
dan itu juga yang membuatku begitu bahagia,
mendengar Husna
bertanya tentang Allah,
dan pertanyaan itu dihadirkan
dihadapanku..
mungkin jawaban yang kuberikan padanya belum tepat,
namun
semoga itu menjadi awal bagi dia
untuk terus menerus bertanya,
dan itu membuatku bersemangat,
untuk tidak pernah berhenti
bertanya,
biar awet muda gitu loh…
he he he………..
Arsip Blog lama-ku di Frienster, "Mahameru", 31 Agustus 2006
Menjadi Muda
Menulis
Seringkali aku malu. Orang boleh bilang aku jurnalis atau wartawan. Yang kerjaannya wawancara, membaca dan menulis. Tapi seringkali aku menulis, karena tugas kantor. Memang aku menulisnya dengan senang hati tanpa unsur keterpaksaan sedikitpun. Tak jarang aku justru bersyukur karena dengan menulis sebuah tema, artinya aku belajar pula tentang sesuatu. Tapi bukan itu yang membuatku malu.
Aku malu karena aku sering menulis karena tugas. Beda sekali, bukan, dengan mereka yang rajin menulis di blog atau web pribadi karena suka menulis. Dulu, waktu aku belum kerja di media, aku juga rajin nulis. Di Blog, nulis di buletin punya adik-adik tingkat di kampus. bahkan aku pernah nulis artikel, lalu kudesain seperti buletin dan kusebar pada orang-orang terdekat. Sepertinya bisa menulis seperti itu lebih hebat. Itu bagiku, entah bagi orang lain.
Aku punya blog. Satu di multiply yang sudah kubuat bertahun2 yang lalu. Tapi 3 tahun terakhir nyaris tak pernah ku update. Dulu aku juga punya blog di friendster. Saat friendster mau nutup lapak, aku dah download tulisan-tulisanku di sana. Tapi entah kenapa kumpulan file yang kudownload malah gak bisa kubuka. Sedih rasanya kehilangan salah satu catatan kehidupanku.
Blog yang ini, kubuat beberapa bulan yang lalu, dengan harapan bisa kuisi dengan rutin. sekaligus menyelaraskan dengan pekerjaanku sebagai wartawan. Tapi apa yang terjadi? Seperti kalimat pertama dari tulisan ini. Aku sungguh malu. Karena masih jarang nulis di blog. Dengan alasan sibuk. Bertameng deadline.
Entahlah, sepertinya aku belum menjadi penulis beneran. Yang menulis dengan jiwa. Yang selalu rindu bercerita lewat tulisan. Yang isi tulisannya menggerakkan jiwa mereka yang membacanya.
Hari ini aku berjanji, insya Allah, akan lebih rajin menulis di blog. Berbagi cerita. Menulis dengan hati. Mendidik diri sendiri untuk lebih rajin berbagi. Melalui tulisan..
Arti Nama Sofie
Ini foto kami, sepekan setelah si kecil lahir. Sofie lahir pada 16 November 2007. Nama lengkapnya Sofie Hilmia Rahman.
Mengapa kami memilih nama itu?
- Prudence: practical wisdom
- Courage: keberanian
- Temperance: menahan diri
- Justice: keadilan
Foto-foto Sofie 0-1 tahun
Mall Vs Pasar Lokal
Barusan pulang dari Pacific Place,menyaksikan pemutaran film negeri 5 menara. Itulah enaknya jadi wartawan,bisa nonton film baru duluan,gratisan pula :).
Tapi saat ini saya sedang tidak ingin menulis tentang film yang barusan kutonton-tapi tentang tempat penyelenggara pemutaran film tadi,yakni Pacific Place.Dari dulu, saya tidak terlalu suka mall.Bangunannya yg luas, bikin capek kaki. Barang2 yg mahal bikin males ngelihat apalagi beli :). Mungkin memang saya tidak punya cukup uang atau karena saya yang ndeso -tapi sepertinya bukan itu alasan utama ketidaknyamanan yang kurasakan.
Bukan 'dunia' seperti ini yang ingin saya ingin jalani, ini mungkin alasan yang lebih mewakili keresahan yang kurasakan.
Sungguh berbeda dengan perasaaan yang saya rasakan saat pergi ke pasar kue pagi di senen.atau saat belanja di pasar Genjing. Atau sekedar belanja di pasar Mede. Menyaksikan para simbok tua berjualan seperti menyaksikan film perjuangan tentang seorang perempuan pekerja. Menemui bapak2 tukang sayur, anak muda penjual buah, alat2 dari plastik, semua membuat bangga dan membangkitkan rasa syukur. Betapa hebatnya mereka yang tidak pernah menyerah dan memilih berjuang.
Dan perasaan seperti ini tidak saya dapatkan ketika berkunjung ke mall. Dimana saya disuguhi pameran kemewahan, yang membuat asing.
--Mohon maaf bagi para pecinta mall, ini pendapat pribadi---
Latihan Percakapan Bahasa Arab
Berhubung sabtu kmrn (11/2) UTS bahasa arab, sekarang aq mau nge test diri sendiri dengan membuat percakapan tanpa ngelihat buku catatan..
Hal anti tilmidatun jadidatun fi jamiah?
Na'am
Masmuki?
Ismii Aini
Mata wuliti?
Wulitu fii Banyuwangi Jawa Assyarkiyyah, tsalatsa asara min uktubir sanata alfin wa tis'a mingatin wa tsamaniin.
Aina taskunina?
Askunu fi syarik mede rukmi wakhida wa arba'un uutan kayu jakarta assyarkiyyah.
Hal baituki baaidun anil jamiah?
La,baity qaaribun anil jamiah
Kaifa tadhabiina ilal jamian?
Adzhabu ilal jamian maasian
Ma mihnatuki?
Ana shokhafiyah
Hal anti Sundaniyyah?
La,ana jawi
Hal anti a'rifu faatimah?
Faatimah al malaysi
Na'am. A'rifuha. Takhiyatu ilaiha
Ba'da tadrusina ila aina anti?
Uridu adhabu ilas syu'
Madza tastariina?
Astari lakhmun wa khodro' wa mawaakihi
Ana uridhu adhabu ila baqolah ba'da nadrusu.
Madza tastariina?
Astari zajajatul maai wa shobunal khamam wa ashir burtuqol wa dajaj.
Kam rukmi al jawaluki?
Hadza 08123456789
Syukron
Afwan
Blogger-droid
Alhamdullah,bersyukur banget pagi ini aku menemukan aplikasi bloger for android.selama ini aku merasa jarang punya waktu ngeblok karena kalau di depan komputer mikirnya langsung ke kerjaan.dengan adanya aplikasi ini,aku berharap bisa nulis apa aja dan kapan saja.wow...
Layanan android memang sangat memuaskan.smartphone ini udah seperti kantor buatku ^_^















